Joe Hart yang ‘Broken Heart’

Manchester City v Steaua Bucharest - UEFA Champions League Qualifying Play-Off Second Leg
Joe Hart memberi applaus kepada pendukung Manchester City saat menjalani laga terakhirnya di klub tersebut pada Rabu (26/6) di Stadion Etihad, Manchester melawan Steaua Bucuresti.

Kerasnya liga tanah Britania kembali memakan korban. Kali ini datang dari klub Manchester biru yang baru berganti nahkoda dari tangan Manuel Pellegrini kepada seorang pelatih yang mampu memberikan 14 trofi kepada FC Barcelona dari tahun 2008 hingga 2012, yaitu Josep Guardiola. Kedatangan Pep Guardiola ke Inggris akan menjadi sorotan baru dan menambah panasnya liga. Sebelumnya sudah ada pelatih Liverpool yang cukup ‘nyentrik’ asal Jerman, Jurgen Klopp, serta pelatih Arsenal yang sudah melatih Arsenal sejak 1996. Belum lagi, kedatangannya disusul oleh Jose Mourinho yang kebetulan melatih klub rival Manchester City. Jose Mourinho adalah mantan rival Guardiola dahulu ketika masing-masing menukangi Real Madrid dan Barcelona di La Liga.

 

Kedatangannya di Stadion Etihad langsung mendatangkan banyak pemain bintang. Sebut saja Ilkay Gundogan yang didatangkan dari Borussia Dortmund dengan mahar 20 juta poundsterling, Leroy Sane dari Schalke 04 dengan mahar 37 juta poundsterling, dan yang termahal, John Stones dari Everton sebesar 47,5 juta poundsterling. Kemudian ia juga mendatangkan penjaga gawang mantan klubnya, Claudio Bravo dengan harga 15 juta poundsterling. Kedatangan Bravo tentu akan menambah panas persaingan penjaga gawang The Citizen. Sebelum Bravo, sudah ada 2 penjaga gawang top, yaitu Joe Hart yang sudah banyak makan asam garam bersama klub tersebut serta Willy Caballero yang bermain apik di final Piala Liga musim lalu.

 

Kejutan dimulai ketika di matchday pertama Liga Inggris 2016-17 bergulir. Pos penjaga gawang utama diisi oleh Willy Caballero. Tentu tindakan ini mengundang tanda tanya dari fans mengingat Willy cukup sering kebobolan banyak gol dalam sebuah laga. Hasilnya, kemenangan tanpa cleansheet , 2-1 atas Sunderland. Hal itu berlanjut pada 16 Agustus 2016 di Bukares, Rumania saat Manchester City bertandang menghadapi Steaua di play off Liga Champions 2016-17. Lagi-lagi, pos penjaga gawang diisi oleh Willy. Rumor yang beredar saat itu, Joe Hart bukanlah bagian dari skema Guardiola mengarungi musim pertamanya di Inggris. Joe Hart yang sebelumnya banyak melakukan penyelamatan dramatis di laga-laga besar, kini hanya mampu duduk di bangku cadangan.

 

Joe Hart bisa dianggap seperti legenda klub tersebut. Ia didatangkan dari Shrewsbury Town pada 2006 dengan harga hanya sebesar 600.000 poundsterling. Ia menjalani debutnya di Manchester City pada 14 Oktober 2006 melawan Sheffield Wednesday dan mencetak clean sheet. Tentu, tahun 2006 adalah tahun di mana The Citizen masih berstatus tim gurem yang pada musim itu duduk di peringkat ke-14. Musim berikutnya, 2007-08, Joe Hart mulai secara regular bermain sebagai penjaga gawang meskipun pada akhir musim harus puas duduk di peringkat ke-9. Di musim itu pula ia merasakan pahitnya dibredeli 6 gol tanpa balas oleh Chelsea. Sejak diakuisisi Sheikh Mansour yang bergelimang harta, pemain bintang pun dengan mudahnya datang dan pergi. Namun, keberadaan Joe Hart yang menjadi pemain Manchester City sejak 2006 silam tetaplah di hati siapapun pelatihnya dan tak tergantikan. Penyelamatan gemilang saat melawan Manchester United saat ia berlari dari gawang lawan ke gawang sendiri tentu menjadi momen tak terlupakan. Semua itu berubah saat Guardiola datang, meracik sendiri strategi dan mengorbankan legendanya sendiri. Sebelum kepergiannya, Joe Hart adalah pemain yang paling lama bermain untuk Manchester City. Di bawahnya ada kapten Vincent Kompany dan Pablo Zabaleta yang bermain sejak 2008.

 

Puncak karirnya adalah di musim 2010-11 ia mengangkat trofi pertamanya. Menjuarai Piala FA setelah menaklukkan Stoke City di final dengan skor 1-0. Lalu pada musim berikutnya, tentu kita ingat bagaimana kata “Agueroooooo…” begitu melegenda di musim itu. Sergio Aguero mencetak gol kemenangan Manchester City atas QPR di detik-detik akhir pertandingan sekaligus memastikan diri sebagai kampiun Liga Inggris musim 2011-12. Total, Joe Hart bermain di liga sebanyak 266 kali dan 348 kali di semua kompetisi. Ia juga mempersembahkan 5 piala untuk klub yang dibelanya sejak klubnya masih menjadi lumbung poin hingga kini menjadi predator poin. Kini, keberadaannya seolah tak dibutuhkan oleh para petinggi namun ia tetap ada di hati para fans, terutama yang menjadi fans sejak lama dan menyaksikan beragam kekalahan memalukan. Pada laga terakhirnya pada 24 Agustus 2016 melawan Steaua di babak play off leg 2 Liga Champions 2016, ia menjalani laga terakhirnya di Manchester City, di Stadion Etihad, dan secara terhormat mengemban ban kapten di laga yang berkesudahan 1-0 bagi kemenangan tuan rumah tersebut. Fans di stadion, walau lebih banyak bangku kosongnya, memberi applaus kepada sang legenda yang akan segera hengkang ke Italia, walau hanya berstatus pinjaman.

 

Ia harus angkat kaki dari Manchester menuju Turin, Italia. Kota Turin memang identik dengan Juventus, namun bukan klub itu yang ia tuju. Yang ia tuju adalah sebuah klub yang pernah berjaya pada masa lampau namun kini menjadi medioker. Ya, Torino FC. Pria kelahiran Shrewsbury 29 tahun silam itu harus terus bermain demi menjaga kebugarannya. Joe Hart menjadi penjaga gawang asal Inggris pertama yang bermain di Liga Italia sejak awal berdirinya pada 1929. Kepindahannya ke Torino hanyalah berstatus pinjaman dan ini adalah peminjaman yang ke-4 baginya, setelah pernah dipinjamkan ke Tranmere Rovers dan Blackpool pada 2007 serta Birmingham City pada 2009. Seperti dianggap tak lagi ada, nomor punggungnya, yaitu nomor 1 pun ‘direbut’ oleh rekrutan anyar Claudio Bravo. Di tangan Sinisa Mihajlovic, mungkin saja Joe Hart dapat menunjukkan kemagisannya dan membuat Guardiola membawanya kembali musim depan.

 

Sebenarnya, ada lagi korban yang harus angkat kaki dari Manchester demi menyesuaikan skema Guardiola. Masih ada Samir Nasri, Wilfried Bony, dan Eliaquim Mangala. Ketiganya juga didatangkan dengan harga yang terbilang fantastis. Namun, Joe Hart lah yang memang paling berpengaruh bagi The Citizen, merasakan pahit manis bersama, melengenda, dikenang fans, lalu dipersilahkan angkat kaki, diusir secara halus. Patah hati tentunya, Joe Hart yang merasa broken heart diputuskan cintanya oleh klub yang ia besarkan namanya dan yang membesarkan namanya.

 

Semoga sukses, Joe!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s