Teruslah Mencaci Portugal Hingga Mulutmu Berbusa!

untitled
Cristiano Ronaldo (tengah) merayakan keberhasilannya menjuarai Euro 2016 bersama rekan-rekannya

Euro 2016 telah sampai ke laga terakhir, laga final. Portugal yang menyingkirkan Wales 2-0 di babak semifinal akan bertemu sang tuan rumah di laga final, Prancis yang mengalahkan Jerman dengan skor 2-0. Tentu keberhasilan Portugal mencapai laga final membuat banyak orang berdecak kagum. Portugal yang di babak grup sempat kewalahan, 3 poin dari 3 pertandingan, artinya dari 3 laga Portugal hanya bisa 3 kali imbang, serta lolos ke babak 16 besar sebagai peringkat 3 terbaik. Bahkan pertandingan-pertandingan sebelum laga melawan Wales, Portugal belum pernah menang dalam waktu normal, yaitu 90 menit. Portugal harus melalui babak perpanjangan waktu dan adu penalti yang menegangkan.

 

Berbeda dengan Prancis. Skuad yang banyak diisi pemain muda bertalenta seperti Paul Pogba, Anthony Martial, Antoine Griezmann, dan Kingsley Coman serta statusnya sebagai tuan rumah membuat Prancis menjadi salah satu negara unggulan sebelum Euro 2016 bergulir. Prancis finis di peringkat pertama grup A, serta dengan mudah menyingkirkan Republik Irlandia, Islandia, dan Jerman dalam tempo 90 menit sebelum laga final. Penyerang andalannya, Antoine Griezmann menjadi pencetak gol terbanyak di Euro 2016 dan menyamai rekor Thierry Henry sebagai pencetak gol terbanyak Prancis.

 

Akhirnya, tibalah bagi mereka untuk saling bertarung di laga final. Prancis yang sudah terlihat kuat, semakin terlihat kuat jika dilihat dari rekor pertemuannya dengan Portugal. Sebelum laga final, dari 24 pertemuan, Prancis menang 18 kali, Portugal menang 5 kali, dan 1 kali laga berakhir seri. Persentase kemenangan Prancis atas Portugal mencapai 75% ditambah Portugal belum pernah menang atas Prancis di turnamen besar seperti Piala Dunia dan Euro sejak 1984. Prancis sendiri sudah 2 kali menjuarai Euro, yaitu pada edisi 1984 dan 2000. Sementara, rekor terbaik Portugal hanyalah runner up edisi 2004, di mana Portugal dikalahkan negara yang berstatus kuda hitam, Yunani.

 

Tempat berlangsungnya laga di Stade de France, Saint-Denis disesaki 75.868 penonton dari kedua negara yang membagi stadion menjadi dua sisi: merah (Portugal) dan biru (Prancis). Kedua kapten, Portugal dan Prancis, yaitu Cristiano Ronaldo dan Hugo Lloris memimpin rekan-rekannya masuk ke lapangan hijau untuk menghadapi laga yang sarat akan tensi dan emosi. Tepat saat wasit asal Inggris, Mark Clattenburg meniup peluit tanda pertandingan dimulai, jutaan pasang mata yang menonton langsung atau layar kaca seolah tak berkedip. Ketegangan dimulai pada menit ke-18, gelandang Prancis, Dimitri Payet melanggar Cristiano Ronaldo dan sempat mendapat perawatan. Cristiano Ronaldo akhirnya kembali bermain, namun ia tak sanggup menahan cederanya hingga digantikan Ricardo Quaresma 7 menit kemudian. Babak pertama berakhir 0-0 dan Prancis lebih mendominasi dengan 7 tembakan, 4 diantaranya tepat sasaran. Sementara Portugal melakukan 4 tembakan dan tidak ada yang tepat sasaran. Di babak kedua, laga masih berjalan sama. Ketiadaan sang kapten sekaligus mega bintang, Cristiano Ronaldo tidak membuat Portugal mundur. Sepakan Raphael Guerreiro membentur tiang gawang dan sepakan Andre-Pierre Gignac hanya menemui tiang gawang juga.

 

90 menit ternyata masih belum cukup untuk menjawab pertanyaan “Siapa juara Euro 2016?”. 30 menit waktu tambahan akan menyediakan jawabannya, dan kalau belum juga, adu penalti akan menemukannya. Eder, yang masuk pada menit ke-79 menggantikan Renato Sanches menjadi pembeda. Pelatih Fernando Santos nampaknya memenangkan perjudian dengan menarik keluar pemain termuda yang bermain di laga final Euro 2016 dengan pemain kelahiran Guinea-Bissau tersebut. Golnya di menit ke-109 dari jarak 23 meter membuat sisi biru terdiam dan sisi merah bersorak-sorai. Cristiano Ronaldo yang duduk di bangku cadangan juga tak kuasa menahan air mata harunya menyaksikan negaranya, dalam waktu 11 menit setelah gol akan mengangkat trofi Euro untuk kali pertama. Akhirnya, wasit Mark Clattenburg meniup peluit panjang akhir laga sekaligus memberi jawaban “siapa raja Eropa 2016? “. Jawabannya adalah Portugal! Portugal yang sejak awal turnamen tidak diunggulkan karena tidak mampu menang di babak grup menjadi juara. 1-1 melawan Islandia, 0-0 melawan Austria, dan 3-3 melawan Hungaria. Sisanya, menang 1-0 atas Kroasia melalui perpanjangan waktu dan menang adu penalti atas Polandia dengan skor 5-3.

 

Sepakbola kadang memang begitu lucu, dan objektif. Di atas kertas dan jika kita melihat histori, Prancis harusnya yang unggul. Bahkan sejak awal turnamen pun, Prancis bermain jauh lebih baik dari Portugal dan mampu menumbangkan juara dunia di laga semifinal, Jerman. Namun, banyak pihak yang menuding kemenangan Portugal hanyalah “keberuntungan”, “hoki”, ataupun berdalih dengan “Permainan Prancis lebih baik”, “Lawan-lawan Prancis lebih sulit”. Hey, sepakbola itu objektif, berdasarkan skor yang terpampang di papan skor yang menunjukkan siapa yang menang. Kemenangan itu berdasarkan skor, bukan indah-tidaknya permainan, baik-buruknya sejarah, ataupun unggulan-non unggulan statusnya. Apa untungnya, bermain cepat, indah, Tiki taka, jogo bonito, total football namun tidak bisa mencetak gol? Sedihnya lagi, tim yang bermain sepakbola negatif atau bertahan dan memenangi laga seringkali dituding tidak sportif, tidak layak menang. Jika anda masih mempertahankan argument subjektif anda tentang ‘ketidaklayakan’ Portugal menjuarai Euro 2016, lebih baik anda menonton kontes pencarian bakat, atau mungkin Miss Universe cocok untuk anda.

 

Parabéns, seleções Portugal!

Selamat, Portugal!

 

nb:

Bagi penggemar sepakbola yang masih berisik menjelek-jelekkan, merutuki, dan mengatakan “tidak layak juara”, teruskan saja perbuatan sia-sia itu sampai laga final diulang. Menang, tetaplah menang. Mutlak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s