Made In England

dele-alli
Dele Alli, salah satu pemain Inggris yang bersinar musim ini

Bulan April 2016, sudah memasuki masa-masa akhir dari Liga Inggris musim 2015-16. Pertandingan hanya tersisa 3 pertandingan lagi, di mana klasemen sudah berbicara siapa yang akan menjadi kampiun. Kejutan demi kejutan terus bermunculan musim ini. The Fox, Leicester City salah satunya. Musim lalu, di mana Leicester berjuang menghindari zona degradasi di tangan pelatih Nigel Pearson, musim ini menjelma menjadi kekuatan yang tak terduga. Dana segar dari sang chairman, Vichai Srivaddhanaprabha untuk mendatangkan arsitek yang sudah banyak makan asam garam asal Italia, Claudio Ranieri. Terlebih lagi, Ranieri sudah pernah merasakan kerasnya sepakbola Britania bersama Chelsea selama 4 tahun walaupun tidak mendapatkan gelar apa-apa. Klub-klub yang pernah ditanganinya sudah tak asing terdengar di telinga. Sebut saja Inter, AS Roma, Juventus, Valencia, Napoli, Atletico Madrid serta tim nasional Yunani membuat Ranieri merupakan suntikan semangat baru bagi The Fox.

 

Selain kejutan dari klasemen, musim ini adalah musim yang menggembirakan bagi The Three Lions, julukan tim nasional Inggris. Liga Inggris yang dahulu terdapat banyak kedatangan pemain asing yang merantau dan sukses, sehingga tim nasional Inggris sulit mendapatkan talenta muda yang berkualitas. Tak punya penyerang yang rajin mencetak gol layaknya Benzema di Prancis, Ronaldo di Portugal, atau Lewandowski di Polandia, walaupun nama pertama saat ini sedang tersangkut kasus membuat kita tak mendengar namanya di pagelaran EURO 2016. Kegemilangan Inggris di kualifikasi Piala Dunia 2018 menjadi titik balik setelah tampil buruk di Piala Dunia 2014. Rekor sempurna 9 kemenangan dari 9 pertandingan, begitu luar biasa. Theo Walcott, Raheem Sterling, Ross Barkley, Danny Welbeck, ditambah Wayne Rooney, pemain yang banyak berperan di sini. Apalagi ditambah anomali yang terjadi saat ini, membawa dampak positif bagi tubuh tim nasional Inggris.

 

Penjaga gawang Joe Hart, musim ini bersama Kasper Schmeichel menjadi penjaga gawang dengan clean sheet terbanyak musim ini dengan 15 clean sheet. Ia pun memiliki pelapis macam Fraser Forster dan penjaga gawang muda yang bermain di Stoke City, Jack Butland. Nama Jack Butland sebenarnya sudah terendus sejak lama ketika masih memperkuat Birmingham City, namun ia hanya sebatas penjaga gawang Inggris U-21. Danny Rose, bek kiri Tottenham Hotspur juga cukup gemilang. Namanya mulai mencuat saat musim 2013-14 ketika ia tampil regular bersama The Lilywhites. Ia pun terdaftar sebagai satu dari sebelas pemain yang terpilih ke dalam skuat terbaik versi pemain musim ini. Di posisi yang sama pun ada Luke Shaw. Bek kiri Manchester United tersebut sudah bersinar sejak masih memperkuat Southampton, namun cedera mengakhiri ceritanya dan kita menantikan kelanjutannya. John Stones dan Eric Dier bisa kita posisikan di bek tengah. Keduanya tampil gemilang bersama kesebelasannya masing-masing, Everton dan Tottenham Hotspur. Gelandang pun ada gelandang muda Southampton, James Ward-Prowse serta milik Everton, Ross Barkley. Serta yang terpampang dalam foto artikel ini, Dele Alli. Usia masih 20 tahun dan sudah mencetak 10 gol di semua kompetisi, serta 32 penampilan di Liga Inggris, dan 46 pertandingan di segala kompetisi. Nampaknya Tottenham Hotspur sedang kebanjiran talenta muda lokal, tergambar dari posisinya di klasemen yang duduk di peringkat dua.

 

Jack Wilshere, andai tak cedera juga pasti akan bermain bagus dan menambah koleksi talenta emas Inggris. Posisi sayap bisa diberikan kepada winger Manchester City yang bermahar 44 juta poundsterling saat didatangkan dari Liverpool. 11 gol yang dilesakkannya di segala kompetisi. Penyerang? Tak perlu banyak bertanya. Peringkat pertama dan ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak musim ini adalah jawabannya. Ya, Harry Kane dan Jamie Vardy. Nama Harry Kane sudah menjadi bahan perbincangan sejak musim lalu yang tampil baik. Sedangkan Jamie Vardy, ia dulunya adalah pemain divisi 5 Liga Inggris. Lalu ia berjuang bersama Leicester City di divisi 2, promosi dan berjuang menghindari degradasi, hingga kini, ia tinggal selangkah menjadi kampiun Inggris. Umurnya memang tak lagi muda, sudah hampir berkepala tiga tahun depan. Namun ketajamannya yang bicara.

 

Nama-nama yang sudah disebutkan di atas, bisa ditambahkan dengan nama-nama yang dulu pernah ada. Sebut saja Theo Walcott, Jordan Henderson, Danny Ings, Alex Oxlade-Chamberlain, Andy Carroll, dan Daniel Sturridge. Serta nama-nama yang tinggal menunggu waktu untuk bersinar. Sebut saja penyerang yang sempat menjadi fenomenal, mengalahkan Jamie Vardy  dan Harry Kane.

 

Dialah Marcus Rashford, mahasiswa asal Manchester yang memulai ceritanya ketika melawan Midtjylland di Liga Europa. Mencetak 2 dari 5 gol yang tercetak. Lalu ia teruskan saat mencetak 2 gol ke gawang Arsenal serta masing-masing 1 gol ke gawang Manchester City dan Aston Villa. Ia melempar Arsenal dari perebutan gelar juara, mengalahkan rival sekota di pertandingan pertamanya, serta mengantarkan Aston Villa ke jurang degradasi.

 

Kemudian nama-nama seperti Jesse Lingard, Ruben Loftus-Cheek, dan Alex Iwobi. Memang usia mereka masih muda dan terdaftar di tim U-21 masing-masing klub (kecuali Lingard). Namun kualitas mereka sudah berbicara. Titik balik Inggris adalah ketika menang 3-2 atas Jerman di Olympiastadion, Berlin. Comeback setelah tertinggal 2 gol merupakan hal yang luar biasa, menunjukkan mental yang matang. Gol-gol dicetak oleh nama yang saya sudah sebutkan di atas: Harry Kane, Jamie Vardy, dan Eric Dier. Walaupun gagal meneruskan tren pada pertandingan berikutnya, kalah melawan Belanda 2-1 di Stadion Wembley, London, setidaknya kita sudah bisa menanti sebuah kejutan dari Inggris. Kita menunggu di EURO 2016 Juni nanti, auman singa Inggris akan terdengar lantang di negara rivalnya sekaligus tuan rumah, Prancis. Atau jika kita mau bersabar, 2 tahun lagi di Rusia yang menjadi saksi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s