Chelsea Sang Momok di Emirates

Mourinho-vs-Wenger
Pertengkaran antara Arsene Wenger dan Jose Mourinho

Rivalitas Arsenal dan Chelsea merupakan salah satu rivalitas yang paling panas di ranah sepakbola Britania. Laga yang bertajuk London Derby ini selalu menyita jutaan pasang mata dari seluruh dunia untuk menyaksikannya, baik secara langsung di stadion ataupun dari layar kaca. Laga pertama derby tersebut dilangsungkan pada 9 November 1907, lebih dari seabad yang lalu, dan dimenangkan Chelsea dengan skor 2-1. Total sudah 187 kali kedua tim saling berhadapan, Arsenal masih mendominasi dengan 72 kemenangan dibandingkan dengan Chelsea yang ‘hanya’ mengoleksi 61 kemenangan. Namun, biarkan catatan-catatan di atas menjadi sebuah histori, yang akan kita bahas adalah tren saat ini.

Belum lama kedua tim bertemu, baru pada kemarin malam. Laga yang berlangsung sengit di markas Arsenal, Emirates Stadium, yang dimenangkan Chelsea 1-0 dengan gol tunggal dari Diego Costa. Laga yang memakan korban dengan diusirnya Per Mertesacker oleh sang pengadil lapangan. Jika kita melihat statistik pada paragraf pertama tadi, tentu kita akan tahu, Arsenal lah yang mendominasi Derby London ini. Namun pada akhir-akhir ini, tidaklah seperti itu. Kemenangan terakhir Arsenal atas Chelsea saat bermain di Emirates Stadium tercatat pada Desember 2010 dengan skor 3-1. Gol Alex Song, Theo Walcott, dan yang kini bermain untuk Chelsea, Cesc Fabregas, hanya bisa dibalas oleh 1 goal dari Branislav Ivanovic. Selanjutnya pada musim 2011-12, 2013-14, dan 2014-15 berakhir dengan skor 0-0. Serta pada musim 2012-13 dan 2015-16 yang berakhir dengan kekalahan masing-masing 1-2 dan 0-1.

Sementara kemenangan Arsenal atas Chelsea yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh para fans Arsenal adalah saat Community Shield 2015, di mana Alex Oxlade-Chamberlain mencetak gol tunggal yang membawa Arsenal menjuarai kejuaraan tersebut dua musim berturut-turut. Selanjutnya ketika bertemu di Stamford Bridge, fans Arsenal tentu berharap, tren buruk Jose Mourinho musim ini berlanjut ketika duel di sana. Nyatanya tidak, ketimpangan jumlah pemain karena diusirnya Gabriel dan Santi Cazorla membuat Chelsea menang mudah 2-0 di atas tekanan-tekanan akan tren buruknya. Pemecatan Jose Mourinho juga membuat fans Arsenal kembali optimis bisa menang di laga semalam, karena memang tren buruk Wenger atas Mourinho yang hanya bisa menang sekali dari 13 pertemuan. Nyatanya, Wenger juga kandas di tangan Guus Hiddink.

“We’ve got 99 problems this season, but Arsenal ain’t one”

Kita mempunyai 99 masalah musim ini, tapi Arsenal bukanlah salah satunya.

Saya menemukan kata tersebut dalam gambar meme, ada betulnya memang. Berkali-kali kandas dan gagal menang atas tim kecil, tapi ketika melawan Arsenal, seolah-olah Arsenal lebih buruk dari Bournemouth, Watford, Crystal Palace, dan berbagai tim lain yang pernah membunuh karir ‘Mourinho’.

Apakah Arsenal memang harus berbenah? Atau harus mengubah cara bertahan dan tekel? Pasalnya, 2 pertemuan pada musim ini diwarnai 3 kartu merah, dan semuanya jatuh untuk Arsenal. Dan tentu ingat pada musim 2013-14, ketika Arsenal dicukur 6 gol tanpa balas di Stamford Bridge. Pada masa-masa inilah, Arsenal tidak boleh membiarkan statistik di paragraf awal tadi hanyalah sekedar angka bualan. Statistik tersebut harus sejalan dengan performa Arsenal ketika menghadapi Chelsea yang krisis kemenangan. Atau ini memang titik balik dari Chelsea yang akan merebut dominasi kota London?

London is Red atau London is Blue?

Victoria Concordia Crescit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s