Arsenal 1-0 Chelsea: Wembley Tak Kunjung Bosan

2B0ACD4F00000578-3182996-image-a-13_1438528413381
Alex Oxlade-Chamberlain (tengah) merayakan gol nya ke gawang Chelsea pada FA Community Shield

Rekor bisa saja tak bertahan lama, bisa saja lama namun tak bertahan. 13 pertandingan tanpa sedikitpun tersentuh oleh kekalahan milik sang arsitek Chelsea, Jose Mourinho atas Arsene Wenger membuatnya sesumbar dengan sifat khasnya yang arogan menuai psywar dengan pelatih Arsenal, Arsene Wenger menjelang FA Community Shield. Memang sejak dahulu, kedua pelatih ini selalu panas di dalam dan luar lapangan, tak ada sebuah bola mata pun yang pernah memandang keduanya berdamai dalam tindakan dan tutur kata. Arsenal, sebagai juara Piala FA menghadapi Chelsea sebagai juara Liga Inggris akan dihadapkan dalam Community Shield yang dilangsungkan di kota di mana kedua tim berasal, London. Ketimpangan jumlah gelar, di mana Arsenal menjuarainya sebanyak 13 kali dan Chelsea hanya sebanyak 4 kali, bukanlah jaminan. Pasalnya, 8 pertemuan terakhir selalu berujung imbang atau kekalahan bagi Arsenal.

Seperti biasa, psywar dilakukan. Mourinho menyerang Wenger dengan alasan ‘terlalu menghamburkan uang’. Memang secara fakta, justru serangan The Special One terkesan seperti bumerang, berbalik menyerang dirinya sendiri. Tapi, mungkin yang dimaksud adalah defisit neraca keuangan, bukan total pengeluaran, yang Arsenal untuk terakhir ini boros membelanjakan uangnya. Sementara Chelsea menghamburkan uang, juga menghamburkan pemain-pemain muda, mendatangkan uang.

Arsenal dan Chelsea saling serang di babak pertama, dan sama-sama menemui jalan buntu. Kegemilangan Thibaut Courtois menjaga gawang Chelsea dan kedermawanan Jose Mourinho melego Petr Cech ke Arsenal, juga berujung buntunya serangan-serangan Chelsea. Di saat semua orang mengira Mourinho akan memperpanjang rekor, Alex Oxlade-Chamberlain mematahkan pendapat tersebut. Gol nya pada menit ke-24 menggetarkan jala Thibaut Courtois dan menggemuruhkan sisi merah Stadion Wembley. Sayup-sayup terdengar akan patahnya rekor 13 pertandingan tak terkalahkan Jose Mourinho melawan Arsene Wenger, namun pertandingan dilangsungkan 90 menit, bukan 24 menit. Skema parkir bus yang biasa diterapkan sama sekali tak terlihat dan terlihat berulang kali upaya-upaya gagal yang terlihat.

Solidnya pertahanan Arsenal, dilengkapi gemilangnya Petr Cech membuat mantan rekan-rekan setimnya gigit jari untuk mencetak gol penyeimbang. Sebenarnya, Courtois tak kalah hebat, skor bisa saja menjadi 2-0 ataupun 3-0 jika ia gagal menyelamatkan sepakan Santi Cazorla yang 2 kali hampir berujung gol. Hanya saja ia gagal menghadapi Oxlade-Chamberlain.

94 menit waktu pertandingan dilangsungkan, membawa Arsenal menjuarai FA Community Shield untuk kedua kalinya secara beruntun, seperti halnya Piala FA yang juga dijuarai secara beruntun. Wembley memang tak kunjung bosan, 4 kali Arsenal menaiki podium untuk mengangkat 2 piala yang berbeda secara beruntun dalam rentang 2 musim. Padahal, pada 17 tahun yang lalu, Wembley dicap ‘pembawa sial’ bagi Arsenal setelah gagal lolos fase grup Liga Champions Eropa. Arsenal menunjuk Stadion Wembley sebagai kandang untuk pertandingan Liga Champions Eropa karena dianggap akan lebih menguntungkan dan bergengsi. Nyatanya, menguntungkan secara finansial, gengsi secara kasat mata, dan merugikan secara gelar dan martabat tim. Arsenal kalah atas Barcelona dan Fiorentina di Wembley sekaligus memastikan Arsenal tidak lolos ke babak selanjutnya.

Wembley yang tak kunjung bosan, lagi-lagi menjadi saksi bisu memandangi Mikel Arteta dan rekan setim mengangkat trofi dan memandang guratan senyum di wajah Arsene Wenger setelah menjuarai sebuah turnamen. Belum tampak kearoganan Jose Mourinho hingga saat ini, malah ia menyalami para pemain Arsenal setelah turun dari tribun dan berpelukan dengan 2 mantan anak asuhnya, Mesut Ozil dan Petr Cech. Tapi, Mournho tetaplah Morinho, tak tampak ia menjabat tangan Wenger, juga tak tampak Wenger berjalan mendekatinya. Mourinho langsung berjalan keluar dari stadion, seperti merasa mual dan jijik harus menelan ludahnya sendiri.

Mourinho memang terlalu terkesan ‘hebat’ untuk memenangkan Community Shield. Entah apa alasannya, ia membuang medali yang diberikan sebagai runner up Community Shield ke arah tribun penonton. Terkesan arogan dan terlalu sombong, tentu fans Arsenal menilainya. Mourinho tidak butuh gelar untuk pecundang, fans Chelsea tentu membuat alibinya.

Debu dan ruang-ruang kosong dalam lemari trofi perlahan berganti dengan piala-piala, sebutan tim 7, 8, 9 tahun tanpa gelar perlahan menghilang dalam lidah tak bertulang, Specialist in Failure, begitulah kata Mourinho kepada Wenger, yang langsung dibalas dengan menjuarai Piala FA pada 2014 dan Mourinho melengkapinya dengan sebuah puasa gelar. Trofi Liga Inggris dan Liga Champions Eropa. Nama pertama sudah lama tidak dimenangkan oleh Arsenal sejak 2004, begitu rindunya akan mengangkat piala ini. Nama kedua, trofi ‘si kuping besar’ sama sekali belum pernah terjamah oleh tangan-tangan berpeluh para pemain. Menjadi raja di benua biru, adalah impian dari setiap tim.

2 trofi tersebut sudah menjadi wajib hukumnya untuk dimenangkan oleh Arsenal. Piala FA dan Community Shield terasa begitu membosankan bagi fans, walaupun dulu para fans merengek karena puasa gelar selama 9 tahun. Ya, memang begitulah manusia, tak pernah puas. Dikasih hati, minta jantung. Tak apa jika musim depan Piala FA masih layak digondol Arsenal. Jika Wembley bisa berbicara, mungkin ia akan menyatakan kebosanannya mendengar sorak-sorai para fans. Liga Champions dan Liga Inggris, adalah harapan fans juga pemain untuk musim depan. Masih banyak pekerjaan bagi Arsene Wenger.

4 kali Wembley menyaksikan tim dari London Utara merayakan gelar juara tanpa bosan-bosannya. Kini, giliran Stadion Emirates, yang belum menyaksikan gelar Liga Inggris yang sudah lama tak dimenangkan sejak 2004. Ataupun, Liga Champions yang pada 2006, Arsenal hanya menjadi saksi ketika Barcelona merayakan gelar juara di Paris.

Victoria Concordia Crescit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s