Menjelang Akhir Musim

Alexis Sanchez merayakan golnya ke gawang Reading bersama Kieran Gibbs, sekaligus memastikan langkah Arsenal ke final Piala FA
Alexis Sanchez merayakan golnya ke gawang Reading bersama Kieran Gibbs, sekaligus memastikan langkah Arsenal ke final Piala FA

Musim 2014-15 akan segera berakhir dalam hitungan pekan, ranah sepakbola Inggris, Italia, Jerman, dan Belanda masing-masing telah menemukan siapa yang menjadi kampiunnya. Sementara Perancis dan Spanyol masih terlibat perseteruan di puncak klasemen untuk memastikan siapa yang layak menjadi juara. Chelsea di tangan The Special One, Jose Mourinho memastikan diri menjadi juara dan layak menerima guard of honour, di mana ketika Chelsea bertanding, hanya Chelsea yang memasuki lapangan sementara lawannya memasuki lapangan terlebih dahulu dan berdiri di sisi kanan dan kiri jalannya pemain Chelsea sebagai tanda penghormatan. Untungnya, Arsenal tidak termasuk tim yang akan dihadapi Chelsea di laga sisa, mengingat betapa perihnya bagi seorang Gooners melihat mantan kaptennya masuk ke lapangan stadion kebanggaan bersama tim rival, dan menjadi juara. Walaupun, Jose Mournho terang-terangan menolak tradisi tersebut karena terkesan seperti ‘dibuat-buat’.

Tentu masih lekat di ingatan ketika pada musim 2012-13, Robin van Persie memasuki Emirates Stadium bersama Manchester United dengan guard of honour dari pemain Arsenal, yang kala itu The Red Devils sudah memastikan diri sebagai juara.

Dari awal musim hingga pertengahan musim, Arsenal sempat terseok-seok. Tak seperti pada musim lalu di mana kemenangan demi kemenangan sangat mudah didapatkan, walaupun harus menerima pil pahit di akhir musim: peringkat 4 (lagi). Banyak pihak yang mulai mempertanyakan keberadaan Alexis, yang saat itu menghebohkan jagad sepakbola Inggris. Memang saat itu, ia belum banyak mencetak gol demi gol. Dari bulan Agustus 2014 hingga Februari 2015, Arsenal hanya 4 kali menyentuh big four, itupun di jatah terakhir, peringkat 4. Baru pada paruh kedua musim 2014-15, entah apa yang terjadi di ruang ganti, Arsenal mulai bermain seperti (ingin) juara. Arsenal hanya takluk 2 kali sepanjang Januari 2015 hingga Mei 2015 di Liga Inggris, oleh Southampton dan rival sekota, Tottenham Hotspur. Serta tidak terkalahkan di 10 pertandingan terakhir, membuat Arsenal layak berada di posisi kedua klasemen Liga Inggris. Walaupun sekarang peringkat 3, toh masih ada jatah bermain 1 pertandingan mengingat Arsenal bertanding di semi final Piala FA sedangkan tim lain sedang bertanding di Liga Inggris.

Piala FA, baru setahun yang lalu Arsenal berhasil menjuarai turnamen ini setelah 9 tahun kering gelar, kini Arsenal kembali melaju ke final Piala FA untuk melayakkan diri sebagai juara bertahan 2 kali berturut-turut ataukah akan kembali kering gelar. Jika Arsenal menjuarai turnamen ini, Arsenal secara resmi akan menjadi pemegang gelar Piala FA terbanyak, yaitu 12 kali juara. Tidak main-main perjalanan dari putaran 3 hingga ke final. Pada perempat final, sebuah laga big match tersaji di Old Trafford, stadion kebanggaan Manchester United yang menjadi lawan Arsenal. Tak disangka, Arsenal yang saat itu tidak diunggulkan berhasil membungkan seisi stadion dengan kemenangan 2-1 dan lebih diam lagi, karena yang mencetak gol kemenangan adalah seorang putra asli Manchester, lahir di Manchester, besar di Manchester, memulai karir sebagai pesepakbola dan bergabung dari tim muda sampai tim senior Manchester United selama 13 tahun. Ialah Danny Welbeck, tak sungkan ia merayakan golnya, karena itulah kesalahan Van Gaal, pelatih Manchester United yang membuangnya dari skuad, dan merasa bahwa Radamel Falcao jauh lebih baik. Namun pada kenyataannya, jumlah gol Falcao musim ini hanya setengah dari jumlah gol Welbeck. Priceless. Selain itu, bagi Gooners itu adalah pembalasan bagi Robin van Persie yang musim lalu merayakan golnya ke gawang Arsenal dengan begitu heboh.

Arsenal akan menghadapi Aston Villa di final pada 30 Mei mendatang setelah menaklukkan Reading, di mana Aston Villa secara mengejutkan mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1. Memang, tak bisa dianggap remeh, walaupun 2 skor mencolok terjadi di pertandingan Arsenal melawan Aston Villa musim ini. Kemenangan telak 5-0 di Emirates Stadium dan 3-0 di Villa Park tak bisa menjadi jaminan. Suntikan semangat dari kemenangan mungkin masih bisa menginfeksi skuad Aston Villa.

Di Liga Champions Eropa, Arsenal mengakhiri perjuangan di babak grup dengan hasil yang bisa dibilang tidak buruk. Kembali menjadi runner up untuk yang ketiga kalinya berturut-turut, walaupun memiliki jumlah poin yang sama dengan juara grup, Borussia Dortmund, namun kalah di selisih gol. Di babak 16 besar, Arsenal patut bersyukur, lawan yang dihadapi bukanlah tim sekaliber Barcelona, Real Madrid, ataupun Bayern Munich, melainkan tim yang saat ini tengah naik daun dan merupakan tim yang pernah dilatih oleh Arsene Wenger, AS Monaco. Namun siapa yang menyangka, skenario babak 16 besar musim 2012-13 kembali terulang. Kalah 1-3 di kandang, menang 2-0 di kandang lawan, tersingkir karena agresivitas gol tandang. Secara mengejutkan, Arsenal takluk 1-3 di kandang sendiri. Namun, pada leg kedua, gol Ramsey dan Giroud sedikit menyelamatkan muka Arsenal, walaupun pada akhirnya tak mampu menyelamatkan Arsenal. Pada musim 2012-13, Arsenal boleh sedikit berbangga, pasalnya saat itu Bayern Munich pada akhirnya menjuarai Liga Champions Eropa. Dan Arsenal menjadi 1 dari 3 tim yang mampu menaklukkan FC Hollywood, bersama BATE Borisov dan Bayer Leverkusen. Namun, hanya Arsenal yang mampu mengalahkan Bayern Munich di hadapan pendukung setia The Bavarians. 

Namun, apa itu AS Monaco? Tim kaya baru yang dibeli oleh Taipan Rusia, Dimitry Rybolovlev, berada di selatan Prancis bermaterikan beberapa pemain kelas dunia seperti Joao Moutinho, Dimitar Berbatov, dan Jeremy Toulalan. Apa yang mau dibanggakan setelah takluk dari tim ini?

Alexis Sanchez, sebagai pemain yang paling banyak berperan di gol-gol Arsenal memang patut diapresiasi. 16 gol di Liga Inggris dan 24 gol di semua kompetisi membuat harga 30 juta yang dilayangkan Arsenal kepada Barcelona terasa sepadan dan bahkan terlalu murah. Calum Chambers, seorang pemain belakang yang masih muda namun telah menunjukkan kematangannya, namun tidak pada kedewasaannya. Chambers adalah pengkoleksi kartu kuning terbanyak di skuad Arsenal dengan 8 kartu kuning dan 1 kartu merah. Perlahan tapi pasti, Chambers sudah menunjukkan kedewasaannya sebagai seorang bek tangguh. David Ospina, seorang penjaga gawang yang pada awal musim masih berada di bayang-bayang Szczesny mulai menunjukkan bahwa dirinya layak pada pertengahan musim. Clean sheet beruntun bahkan pada saat laga melawan Manchester City, ia kembali meraih clean sheet. Banyak pihak yang berpendapat bahwa ialah yang seharusnya menjadi kiper utama, bukan Szczesny yang sering melakukan blunder-blunder fatal dan penyelamatan yang tidak sempurna.

Olivier Giroud, seorang penyerang jangkung yang diboyong dari kampiun Liga Prancis 2012-13, Montpellier HSC, sempat dicemooh sebagai penyerang yang mandul gol pada awal karirnya bersama Arsenal, musim ini berperan vital dalam lini depan Arsenal. Cedera 3 bulan, entah apa yang dilakukan oleh dokter, gol demi gol ia ciptakan terus menerus. Statistik golnya bahkan sempat mengalahkan Diego Costa dan Cristiano Ronaldo. 18 gol dari 31 kali main.

Masih ada 1 laga berat yang harus dihadapi, yaitu melawan Manchester United di Old Trafford. Jika menang ataupun imbang, Arsenal memastikan diri sebagai juara 2 Liga Inggris. Sudah bosan kan terus-terusan peringkat 4?

Victoria Concordia Crescit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s