AFF Suzuki Cup 2014: Gemuruh Kuala Lumpur Dibungkam

image
Para pemain Thailand merayakan gelar juara Piala AFF ke-4 sekaligus menyamai jumlah piala dari Singapura

Final Piala AFF 2014 mempertemukan tim terkuat Asia Tenggara saat ini, Thailand dan tim yang tidak disangka-sangka menembus babak final, Malaysia. Pada leg pertama di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand menang 2-0 atas Harimau Malaya berkat gol Charyl Chappuis dan Kroekrit Thaweekarn. Untuk menjadi juara, Thailand hanya perlu hasil imbang atau kalah dengan margin 1 gol. Sedangkan Malaysia perlu bekerja keras mencetak 3 gol ke gawang Thailand.

Leg kedua di Stadion Bukit Jalil menjadi tempat bagi Malaysia mengangkat trofi keduanya di hadapan pendukungnya atau Thailand yang mempermalukan ‘Ultras Malaysia’. Malaysia langsung unggul cepat, pelanggaran Suttinan Phukhom terhadap Norshahrul Idlan Talaha di kotak penalti membuat wasit Alireza Faghani memberikan penalti kepada tuan rumah. Safiq Rahim menjadi eksekutor sukses membuat skor menjadi 1-0.

Menjelang babak pertama usai, Norshahrul Idlan kembali berperan dalam gol kedua Malaysia. Crossing dari sayap kanan mampu disundul oleh Indra Putra Mahayuddin ke tiang dekat gawang Kawin Tamsatchanan yang lolos penjagaan bek Thailand. Asa meraih trofi kedua Harimau Malaya semakin jelas ketika tendangan bebas Safiq Rahim menghujam gawang Kawin Tamsatchanan pada menit ke-58. Skor 3-0 di pertandingan ini dan Malaysia unggul 3-2 secara agregat. Gol yang menggemuruhkan seisi Stadion Bukit Jalil dan menggairahkan pemain-pemain Malaysia.

Waktu tinggal tersisa 8 menit, waktu yang sebentar namun cukup lama untuk mempertahankan keunggulan agregat 3-2. Thailand menyamakan agregat menjadi 3-3 setelah Charyl Chappuis mampu memanfaatkan bola rebound dari tendangan bebas. Saat ini, Thailand dipastikan juara karena unggul dalam agresivitas gol tandang. Akhirnya pada menit ke-87, Thailand mengukuhkan diri sebagai raja sepakbola Asia Tenggara. Sepakan keras luar kotak penalti Chanathip Songkrasin gagal diselamatkan Farizal Marilas.

Memang Malaysia berhasil mencapai targetnya: mencetak 3 gol ke gawang Thailand. Namun 2 gol Thailand membuat 3 gol tersebut hanyalah sebuah ‘formalitas’. Thailand menjuarai Piala AFF 2014 dengan keunggulan agregat 4-3 atas Malaysia sekaligus menyamai jumlah trofi juara AFF 2012, Singapura dengan 4 piala.

2 pencetak gol di laga ini: Chanathip Songkrasin dan Safiq Rahim dianugerahi gelar masing-masing pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak. Safiq sendiri mencetak 6 gol di turnamen ini. Cukup banyak mengingat posisinya adalah gelandang, bukan penyerang.

Indonesia cukup bersykur terhindar dari kualifikasi Piala AFF 2016 di Myanmar dan Filipina berkat peraturan baru yang langsung meloloskan juara 1 sampai 7 Piala AFF 2014. Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-5.

Sudah 2 edisi berturut-turut Indonesia gagal menembus babak grup. Perlukah Indonesia merekrut pelatih asing?

Kedua finalis: Malaysia dan Thailand menggunakan jasa pelatih lokal. Pencetak gol terbanyak timnas Thailand, Kiatisuk Senamuang melatih The War Elephants sementara Dollah Saleh menangani Harimau Malaya.

Dualisme di kubu PSSI berimbas pada performa timnas juga gairah para pemain. Pembinaan yang benar dan berkualitas akan menghasilkan pemain-pemain berbakat. Indonesia U-19 memang berhasil namun hancur akibat ekspos media yang berlebihan dan ekspektasi para fans yang menganggap Garuda Jaya adalah juara dunia masa depan.

2 tahun lagi, punggawa Garuda Jaya akan bergabung ke Indonesia U-21, U-23, atau langsung senior seperti Evan Dimas. Kita lihat 2-4 tahun lagi apakah bakat-bakat mereka masih bertahan dan meningkat atau luntur karena pembinaan yang kurang baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s