AFF Suzuki Cup 2014: Pesta Sepakbola Asia Tenggara

image

Kualifikasi Piala AFF 2014 telah selesai dilaksanakan dan menemukan ‘pelengkap’ dari masing-masing grup. Juara kualifikasi yaitu Laos tergabung di grup A. Sementara runner up kualifikasi yaitu Myanmar tergabung di grup B. Tim-tim yang telah lolos tanpa kualifikasi juga telah mengadakan serangkaian laga uji coba menjelang bergulirnya turnamen ini. Pergantian pelatih, skuad, dan strategi demi mempercantik permainan di atas lapangan, juga pergantian desain jersey untuk mempercantik penampilan pemain di atas lapangan.

Sebuah negeri komunis di Asia Tenggara menjadi tuan rumah untuk grup A. Bersama Indonesia, Laos, dan Filipina memperebutkan 2 tempat teratas untuk pulang ke negaranya masing-masing menjalani laga semifinal. Sementara sisanya pulang ke negaranya masing-masing dengan tangan hampa. Vietnam yang paling diunggulkan juara. Tribun stadion akan terpampang banyak bendera merah dengan bintang kuning di tengahnya, serta segerombolan orang mengenakan baju merah dengan desain yang sama dengan benderanya. Menjadi tuan rumah dan kualitas tim yang baik menjadi sisi positif Vietnam. Pernah menjadi juara pada edisi 2007 yang menumbangkan unggulan juara saat itu, Thailand di Bangkok dengan skor 1-2 dan bermain di Hanoi dengan skor 1-1. Indonesia si langganan juara 2, kembali dinahkodai Alfred Riedl yang juga menahkodai Tim Garuda di edisi 2010. 3 kekalahan dari bulan Maret 2014 hingga kemarin dialami Alfred Riedl saat melawan Arab Saudi, Kuba, dan Suriah. Wajah-wajah AFF 2010 seperti Firman Utina, Cristian Gonzales, Muhamad Ridwan, dan Zulkifli Syukur kembali menghiasi skuad ditambah pemain-pemain baru seperti I Made Wirawan, Zulham Zamrun, Raphael Maitimo, Sergio van Dijk dan Boaz Solossa yang ‘hilang’ pada AFF 2010 diharapkan mampu pulang ke tanah air dengan tiket semifinal. Nama-nama pemain muda seperti Andik Vermansyah dan Alfin Tuasalamony sepertinya tidak menarik perhatian Riedl. Setelah pada AFF 2012, Indonesia tak mampu berbicara banyak karena banyak pemain berkualitas yang tidak dipanggil karena dualisme di internal PSSI. Tim kuda hitam Filipina terhindar dari kualifikasi melihat progress nya dalam 4 tahun terakhir. Yang dulu menjadi ladang gol sekarang cukup ditakuti. Pemain-pemain asing berdarah Filipina diambil dan memperkuat The Azkals. James dan Philip Younghusband dan Neil Etheridge menjadi bagian dari tim. Bahkan Neil Etheridge pernah merasakan atmosfer Liga Inggris bersama Fulham.

Laos tim yang sejak dulu menjadi ‘pelengkap’ dan belum bisa bernasib sama seperti Filipina namun sering membuat kejutan. Seperti pada edisi 2010 membuat langganan juara, Thailand ketar-ketir. Dan pada edisi 2012 nyaris mempermalukan Indonesia dan Singapura. Tentu ingat dengan kemenangan 6-0 di Gelora Bung Karno atas Laos. Memang sangat tidak dipehitungkan, namun patut diwaspadai.

Negara dengan piala AFF terbanyak, Singapura menjadi tuan rumah grup ‘neraka’, grup B. Singapura menjuarai turnamen ini 4 kali, Thailand menjuarai 3 kali, Malaysia 1 kali, dan Myanmar yang sedang berkembang pesat di persepakbolaan. Pada edisi 2012, Singapura menumbangkan Thailand di final dengan agregat 3-2. Kekalahan 1-0 di Bangkok dibalas dengan kemenangan 3-1 di Singapura. Sebelum menghadapi Singapura, Thailand menghadapi Malaysia di semifinal. Hasil imbang 1-1 di Kuala Lumpur ditambah kemenangan 2-0 di Bangkok menunjukkan perkasanya Thailand dibandingkan Malaysia.

Performa Singapura bisa dibilang cukup labil, begitu juga Thailand dan Malaysia. Singapura mampu menang atas tim sekelas Suriah, tapi kalah dari Hong Kong. Thailand mampu mencukur China 5-1 di hadapan suporter mereka namun bertekuk lutut dari Lebanon dengan skor 5-2. Malaysia dibantai dari negara yang namanya belum pernah terdengar di persepakbolaan Asia, Tajikistan dengan skor 4-1. Tapi tetaplah ketiganya merupakan para raja sepakbola Asia Tenggara. Penyerang Thailand, Teerasil Dangda kini merasakan atmosfer Liga Spanyol bersama Almeria dan dulu sempat bergabung dengan raksasa Inggris, Manchester City. Pemain muda Singapura, Adam Swandi bergabung dengan FC Metz di Liga Prancis divisi 2 (Ligue 2). Sementara Malaysia memang tidak ada pemain yang bermain di liga Eropa, tapi sebagian besar pemainnya berada pada usia-usia emas. Seperti Mahali Jasuli, Muslim Ahmad, Fadhli Shas, Wan Zack, dan Baddrol Bakhtiar. Sementara Myanmar memiliki kualitas pemain muda yang sangat baik. Bahkan tim U-19 nya lolos ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Tim U-23 nya selalu melaju ke semifinal SEA Games di 2 edisi terakhir. Berbeda dari tim senior nya yang sering menjadi bulan-bulanan.

Tim-tim yang lolos tanpa kualifikasi memasang target tinggi, termasuk Indonesia. Sementara, Myanmar dan Laos mungkin berharap keberuntungan berpihak kepada mereka.

Trofi Piala AFF 2014, ke tangan siapakah akan jatuh? Singapura berharap trofi kelima nya yang membuatnya semakin tidak terkejar dalam jumlah piala. Thailand menunggu trofi keempat yang menyamai jumlah piala Singapura. Vietnam dan Malaysia menunggu trofi kedua mereka. Atau Indonesia akan mengakhiri pengalungan medali perak dan berganti menjadi medali emas. Mungkin Filipina, Myanmar, atau Laos mampu membuat kejutan kembali?

Siapakah raja Asia Tenggara 2014? Tensi di turnamen ini terpusat di grup B yang akan banyak tersaji derby Asia Tenggara yang mempertemukan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tensi akan terus berlanjut ke semifinal, dua dari tiga negara tadi akan melaju manakala bertemu Indonesia atau Vietnam.

Dan melaju ke final untuk ‘sekedar’ mengangkat piala di podium juara oleh kapten bersama 22 rekannya ditambah staff kepelatihan.

Perlu diingat.
Kejuaraan ini paling banyak dimenangkan oleh negara yang luasnya tak lebih dari Pulau Bali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s