Titisan Legenda Telah Kembali

image
Theo Walcott berpelukan dengan Alexis Sanchez saat merayakan gol ketiga Arsenal sekaligus gol kedua Alexis Sanchez di laga melawan Burnley

Januari 2014, di mana para fans Arsenal mulai ragu-ragu untuk menyebut ambisi juara Liga Inggris. Saat putaran ketiga Piala FA melawan Tottenham Hotspur, Walcott harus ditarik keluar karena mengalami cedera dan berimbas pada performa Arsenal di akhir musim. Duduk di tandu; tangan kanan mengepal menandakan angka 0, tangan kiri membentuk huruf V menandakan angka 2, yang merupakan perpaduan angka skor laga tersebut: 2-0 untuk kemenangan Arsenal; dan senyuman manis di wajahnya seolah ia baik-baik saja dalam cederanya. Perpisahannya dengan lapangan hijau menurunkan agresivitas lini depan Arsenal di akhir musim.

Januari 2014 hingga 10 bulan setelahnya, ia kembali mencium aroma rumput Stadion Emirates, kembali menginjakkan kakinya di lapangan, dan kembali mendengar para gooners menriakkan namanya layaknya seorang legenda. Walcott memang pemain paling senior di Arsenal walaupun baru berusia 25 tahun. Walcott diboyong Arsenal dari Southampton pada musim 2005-06 di bursa transfer musim dingin. Teknik dan kecepatan larinya menjadi sisi positifnya, selain memiliki akurasi umpan yang cukup baik. Ia sempat digadang-gadang menjadi penerus legenda Arsenal, Thierry Henry yang hijrah ke Barcelona pada 2007. Sejak hengkangnya Van Persie ke Manchester United, Walcott menjadi ‘nyawa’ Arsenal, di musim pertama tanpa Van Persie, Walcott menjadi pencetak gol terbanyak Arsenal di musim 2012-13 dengan 21 gol: 14 gol di Liga Inggris, 5 gol di Piala Liga, dan masing-masing 1 gol di Liga Champions dan Piala FA. Termasuk hattrick saat menghajar Newcastle 7-3 di Liga Inggris dan saat melawan Reading 5-7 di Piala Liga. Ditambah menjadi pencetak gol terbanyak Piala Liga 2012-13, walaupun Arsenal harus tersingkir saat kalah adu penalti melawan Bradford City di babak perempatfinal. Sederet gol tadi menggambarkan ‘vital’ nya seorang Theo Walcott setelah ditinggal Van Persie. Musim berikutnya, Walcott ‘mandul’ sampai bulan Desember, ia menjadi Pemain Terbaik Arsenal bulan Desember. Mencetak 2 gol ke gawang Manchester City saat takluk 6-3 di Manchester dan mencetak 2 gol ke gawang West Ham saat menang 1-3 di Boleyn Ground. Ditambah 1 gol ke gawanf Cardiff City di London sampai akhirnya ‘dimatikan’ oleh cedera saat melawan Tottenham.

Sekarang, 10 bulan setelahnya, ia kembali, bermain 10 menit dari 10 bulan cederanya, untuk menambah amunisi lini depan Arsenal. Semoga dengan cederanya, ia mendapatkan tuah, ia akan semakin garang di depan gawang, semakin cepat giringan bolanya. Sembuhnya Theo Walcott kini mengurangi daftar cedera Arsenal yang masih diisi oleh Mesut Ozil, Mathieu Debuchy, dan Laurent Koscielny.

Seorang titisan legenda telah kembali merumput, seorang putra Southampton kembali mendengar namanya bergemuruh. Apakah selanjutnya seorang Walcott akan membentangkan tangannya dan berlari usai mencetak gol?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s