Dua Garuda Bersiap Terbang Tinggi

image

14 September 2014, Tim Nasonal Indonesia kembali di bawah kendali Alfred Riedl akan menghadapi musuh bebuyutan di Asia Tenggara. Melawan Malaysia, laga ini seperti bertajuk ‘El Classico’ Asia Tenggara. Indonesia terakhir kalah saat menghadapi Malaysia pada Piala AFF 2012 lalu. Gol Azamuddin Akil dan Mahali Jasuli bersarang di gawang Tim Garuda dalam rentang 3 menit. Memang, saat itu Indonesia sedang dilanda konflik internal di dalam tubuh PSSI. Mafia sepakbola meracuni performa tim nasional di kompetisi ini.

Terakhir Indonesia menang atas Malaysia yaitu saat Final Piala AFF 2010, melalui gol Muhammad Ridwan dan Muhammad Nasuha. Sebelumnya tertinggal melalui gol bomber Malaysia, Safee Sali. Akhirnya, Indonesia kalah secara agregat 4-2 atas Malaysia. Kemenangan 3-0 di Kuala Lumpur yang menuai kontroversi, membawa Malaysia menjuarai Piala AFF 2010.

Bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Indonesia mulai menekan Harimau Malaya yang berganti nahkoda, dari Rajagobal Krishnasamy ke Dollah Saleh. Peluang Norshahrul Idlan hampir membungkam pendukung tuan rumah dan dibalas melalui solo run Samsul Arif. Sampai akhirnya pada pertengahan babak kedua, bek Malaysia, Mohd. Muslim Ahmad mencetak gol untuk Indonesia. Tepatnya, gol bunuh diri. Kemenangan 1-0 akibat gol bunuh diri tidak cukup, menambah gol melalui sundulan Samsul Arif di akhir pertandingan. Akhirnya, Garuda menang setelah terakhir menang melawan Andorra. 2 pertandingan terakhir, melawan Qatar dan Yaman, keduanya berakhir imbang.

Kali ini kabar gembira dari Negeri Gingseng, Indonesia mencukur habis Timor Leste 7-0 di babak grup Asian Games 2014. 4 gol Ferdinand Sinaga ditambah masing-masing 1 gol Bayu Gatra, Alfin Tuassalamony, dan Novri. Pesta gol di Incheon menjawab keraguan publik atas peforma Tim Garuda Muda. Tapi laga melawan Timor Leste bukanlah ujian. Masih ada 2 negara yang menjadi rival di grup, yang keduanya merupakan negeri tujuan pariwisata: Thailand dan Maladewa. Di laga yang sama, Thailand menaklukkan Maladewa 2-0. Hasil positif yang bisa dituai Garuda Muda tentu bisa meningkatkan pamor sepakbola Indonesia di kancah persepakbolaan Asia, di mana Indonesia seakan tak punya nama, walaupun tercatat sebagai negara Asia pertama yang mengikuti Piala Dunia pada tahun 1938. Saat itu Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda dan mewakili Asia dengan nama Hindia Belanda, menggantikan Jepang yang pada saat itu mengundurkan diri.

Masih panjang perjalanan Tim Garuda Muda dan Garuda Senior. Tim Garuda Muda menjadi harapan Indonesia menorehkan prestasi di ajang sepakbola tingkat Asia. Sementara, Garuda Senior akan berpartisipasi dalam Piala AFF 2014 di Singapura dan Vietnam.

Ayo, Indonesia Bisa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s