Arsenal 3-0 Manchester City: 85 Hari Tanpa Gelar

image

Penantian gelar selama 9 tahun terbayar sudah oleh dua gelar dalam 85 hari. Pada 17 Mei 2014, gol Aaron Ramsey mempersilakan Arsenal menaiki podium juara dan mengangkat trofi Piala FA. Saat itu, otomatis Arsenal lolos ke FA Community Shield melawan juara Liga Inggris, Manchester City.

Tentu para fans Arsenal harap-harap cemas ketika mendengar lawannya adalah tim yang tidak bisa diremehkan: Manchester City. Apalagi pada Desember lalu, The Citizen menghancurkan Arsenal 6-3 di Etihad Stadium, Manchester. Lalu, Arsenal hanya mampu menang sekali dari 5 laga terakhir. Jelas perbedaan yang sangat kontras melihat performa kedua tim akhir-akhir ini.

Dan tepat 85 hari kemudian, tanggal 10 Agustus 2014, Arsenal kembali ke stadion yang sama, menginjak tanah yang sama, dan berharap bisa berdiri di podium yang sama. Melawan Manchester City bukanlah tugas yang mudah bagi pasukan Meriam London yang sedang tidak diperkuat oleh trio Jerman: Mesut Ozil, Per Mertesacker, dan Lukas Podolski. Barisan tengah Manchester City dipenuhi oleh gelandang berdaya serang tinggi. Seperti Yaya Toure, Samir Nasri, dan Jesus Navas. Apalagi, 3 edisi terakhir turnamen ini selalu dimenangkan oleh tim yang menjuarai Liga Inggris, yang kebetulan adalah lawan Arsenal.

Arsene Wenger tidak ragu memasang Calum Chambers berduet dengan Laurent Koscielny di jantung pertahanan untuk menahan daya serang Stevan Jovetic dan Edin Dzeko. Dan Yaya Sanogo, sang pencetak 4 gol ke gawang Benfica juga diplot untuk menghadapi Dedryck Boyata dan Matija Nastasic. Tidak ragu untuk terus menggempur pertahanan The Citizen, akhirnya gawang Willy Caballero robek oleh sepakan datar kaki kiri Santi Cazorla pada menit ke-21.

Keunggulan satu gol membuat Arsenal terus menyerang, lagi, dan lagi seakan satu itu belum cukup. Pada menit ke-42, gawang Caballero robek untuk kedua kalinya. Pahlawan di Final Piala FA, kembali menggemuruhkan si saksi bisu, Stadion Wembley. Aaron Ramsey, menerima umpan Yaya Sanogo, melewati satu pemain, dan melepaskan tendangan kaki kanan ke pojok kanan gawang.

Pada babak kedua, baik Arsenal maupun Manchester City mulai mengganti amunisi mereka. David Silva masuk untuk The Citizen. Olivier Giroud masuk untuk The Gunners. Pergantian Yaya Sanogo dengan Olivier Giroud tidak sia-sia. Pada menit ke-61, gol spektakuler dari luar kotak penalti berhasil dicetaknya. Gol yang ‘tidak biasa’ untuk seseorang yang sering dihujam kritik. Sampai peluit panjang berbunyi, kemenangan tiga gol tanpa balas atas Sang Juara Liga Inggris, Manchester City bertahan dan Arsenal, berhak untuk kedua kalinya, naik ke podium yang sama di stadion yang sama, seperti 85 hari yang lalu. Mengangkat trofi FA Community Shield dan mengisi lemari trofi Arsenal sebagai trofi FA Community Shield ke-13. Arsenal di jalur juara, bukan tidak mungkin jika konsistensi bertahan, memenangkan satu piala lagi pada musim ini.

“9 years without trophy” sebuah ejekan untuk para Gooners. Sekarang, para Gooners seperti mulai lapar akan gelar. “1 day without trophy, #WengerOut”. Sebuah sindiran dari Gooners untuk fans tim lain atas ejekan selama 9 tahun.

“If you lose it, they say you lost a trophy. If you win it, they say it’s only Community Shield” – Arsene Wenger

Apa yang didapatkan, sekecil apapun, memang patut disyukuri. God job, Arsene!

Victoria Concordia Crescit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s