AFF Suzuki Cup 2014: Saatnya Garuda Meraja di Asia Tenggara

image
Singapura merayakan kemenangan setelah menjuarai Piala AFF 2012 setelah mengalahkan Thailand 3-2 secara agregat.

Pada hari ini, 5 Agustus 2014 baru saja diselenggarakan drawing babak grup Piala AFF 2014 di Hotel Sheraton, Hanoi, Vietnam. Vietnam dan Singapura sebagai tuan rumah otomatis tergabung dalam grup A dan grup B masing-masing.

Para peserta grup A akan bertanding di Vietnam dalam babak grup Piala AFF. Vietnam, sebagai tuan rumah, Filipina, dan Indonesia tergabung dalam grup A. Sementara runner up kualifikasi akan bergabung kemudian.

Di grup B, yang akan bermain di Singapura, dihuni oleh para ‘raja’ Asia Tenggara: Malaysia, Thailand, dan tuan rumah Singapura. Sementara pemenang dari kualifikasi menyusul, entah menjadi ladang poin bagi para ‘raja’ atau menjadi kuda hitam.

Melihat performa Indonesia pada Piala AFF edisi lalu pada 2012, sangat kontras jika dibandingkan pada tahun 2010. Piala AFF 2012, Indonesia gagal melaju ke babak semifinal dan harus pulang saat masih di babak grup. Imbang 2-2 melawan Laos, sempat melihat ada harapan ketika mengalahkan Singapura 1-0, tim yang mengalahkan tuan rumah Malaysia 3-0. Sementara, di laga terakhir, tumbang 2-0 oleh rival terberat, Malaysia.

Pada 2010, Indonesia tak sekalipun merasakan kekalahan. Menghajar Malaysia 5-1, Laos 6-0, dan Thailand 2-1. Di semifinal, Filipina dikalahkan 2-0 secara agregat. Di final, saat leg pertama di Kuala Lunpur, Indonesia menjadi bulan-bulanan Malaysia. Skor 3-0 menghantui skuad Garuda. Indonesia gagal menjadi juara saat di Jakarta hanya mampu menang 2-1, Malaysia melenggang menjadi juara dengan kemenangan 4-2 secara agregat.

Melihat peserta di grup A, Indonesia perlu bernafas lega. Tidak terlalu sulit jika dibandingkan dengan lawan di grup A. Yang menjadi masalah hanyalah Vietnam. Vietnam, merupakan salah satu kekuatan sepakboka Asia Tenggara, yang menjuarai Piala AFF 2007. Berstatus sebagai tuan rumah, ditambah materi pemain yang cukup baik seperti Nguyen Van Quyet, Le Cong Vinh, dan Pham Thanh Luong membuat Vietnam benar-benar menjadi ‘musuh’ Indonesia di grup A. Terakhir kali Indonesia melawan Vietnam, yaitu pada 2012 lalu, di mana Indonesia dan Vietnam bertanding dua kali: di Surabaya dan Hanoi, keduanya berakhir imbang tanpa gol.

Filipina, tim yang dahulu tidak diperhitungkan, kini menjadi kuda hitam Asia Tenggara. Pada Piala AFF 2010 dan 2012, Filipina dua kali lolos dari babak grup, walaupun gagal ke final. Bahkan pada 2010 berhasil menumbangkan tuan rumah Vietnam 0-2 dan juara bertahan saat itu, Singapura, ditahan imbang. Filipina berhasil menaturalisasi pemain-pemain sepakbola berdarah Filipina di luar negeri, seperti Younghusband bersaudara, Neil Etheridge, dan Mulders. Sejak Piala AFF 2010, Filipina menjadi kekuatan sepakbola Asia Tenggara yang sebelumnya selalu menjadi bulan-bulanan, bahkan untuk saat ini, Filipina adalah tim dengan peringkat FIFA tertinggi untuk wilayah Asia Tenggara. Terakhir Indonesia bertemu Filipina yaitu pada 2013 lalu di Surakarta, di mana Indonesia menang 2-0 melalui gol Greg dan Roby.

Sementara grup B merupakan grup ‘neraka’. Masing-masing Thailand, Singapura, dan Malaysia pernah merasakan mengangkat trofi Piala AFF. Ketiganya memiliki gaya permainan menyerang yang cepat. Singapura berstatus sebagai tuan rumah ditambah kualitas pemain yang bagus tentu diunggulkan. Tapi jangan lupa, Malaysia dan Thailand juga tim kuat. Ketiganya sempat saling bertemu di Piala AFF 2012, Singapura menjadi juara, Thailand menjadi juara dua, sementara Malaysia menjadi semifinalis setelah dikalahkan Thailand 3-1. Pada edisi 2010, Malaysia menjadi juara turnamen ini, namun Thailand dan Singapura hancur lebur di babak grup.

Di babak kualifikasi, Myanmar, Kamboja, Laos, Timor Leste, dan Brunei bertarung memperebutkan dua slot terakhir masing-masing di grup A dan grup B. Apakah mereka akan menjadi bulan-bulanan di Hanoi dan Singapura, atau menjadi kuda hitam seperti Filipina pada 2010?

Delapan tim, delapan negara, delapan bendera dikibarkan, delapan lagu kebangsaan berkumandang dalam sepuluh laga penuh ketegangan dan tensi. Dalam dua kota di dua negara, dua kali final untuk memperebutkan satu piala.

Ayo, Indonesia Bisa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s