Emirates Cup 2014: Tuan Rumah Dipermalukan (Lagi)

image
Piala Emirates Cup

Akhirnya, setelah 2 hari kompetisi berjalan, wakil asal Spanyol, Valencia keluar sebagai juara, menyingkirkan favorit juara, Arsenal. Mengapa Arsenal favorit? Pertama, karena menjadi tuan rumah sekaligus penyelenggara. Kedua, baru tahun ini Arsenal mencukur habis Benfica dan difavoritkan juara.

Namun, kenyataan berkata lain. Arsenal tidak beruntung. Edisi 2011, 2013, dan 2014 (2012 tidak diselenggarakan Emirates Cup) yang juara bukan tuan rumah, tapi tim tamu. New York Red Bull menjuarai edisi 2011, Porto menjuarai edisi 2013, dan Valencia menjuarai edisi 2014.

Berikut akan dibahas satu per satu hasil dari tim peserta.

Arsenal, sebagai tuan rumah langsung tancap gas, mencukur Benfica 5-1. Dengan 4 gol Yaya Sanogo ditambah Joel Campbell, Benfica hanya mampu membalas melalui gol Gaitan. Pada hari pertama, Arsenal memimpin klasemen Emirates Cup dengan 8 poin (3 poin menang + 5 gol, 1 poin per gol). Sudah difavoritkan juara, menghadapi AS Monaco, Arsenal bagaikan macan ompong. Begitu mudahnya tumbang oleh tim dari negara kecil di selatan Prancis. Gol Radamel Falcao membenamkan harapan Arsenal tampil impresif di pra musim. Duet Giroud dan Alexis seolah mati tak berkutik.

Valencia, keluar sebagai juara Emirates Cup 2014. Selamat! Pada laga pertama, hasil kurang baik diperoleh Kelelawar Mestalla. Valencia ditahan imbang oleh AS Monaco 2-2. Gol dicetak oleh Paco Alcacer dan Monaco oleh Lucas Ocampos. Ricardo Carvalho dan Vezo masing-masing mencetak gol bunuh diri untuk lawannya. Laga kedua, Valencia menang 3-1 atas Benfica. Sempat tertinggal melalui gol cepat Vanderley, Valencia membalas 3 gol dalam rentang sebelas menit. Jose Luis Gaya, Pablo Piatti, dan Andres Guardado masing-masing menjebol gawang Benfica pada menit ke-49, 54, dan 60. Setelah pertandingan, pemain dan para fans hanya menunggu hasil Arsenal melawan Monaco. Dan penantian yang tak sia-sia, Arsenal kalah, Valencia juara dalam debutnya di turnamen ini.

AS Monaco, tim kaya baru asal Monaco juga menjadi debutan di turnamen ini, berhasil menahan imbang Valencia 2-2. Di pertandingan selanjutnya melawan tuan rumah, sama sekali tidak diunggulkan, Monaco berhasil menumbangkan Arsenal dan membungkam teriakan para fans melalui gol Falcao. Walaupun tidak juara, kemenangan ini membuat harga diri Arsenal sedikit tercoreng.

SL Benfica, entah apa yang terjadi dalam tim ini. Tim yang meraih treble winner di Portugal: Juara Liga Portugal, Juara Piala Portugal, dan Juara Piala Liga Portugal, serta menjadi Juara 2 Europa League begitu mudahnya dilumat oleh tuan rumah, Arsenal 5-1 dan oleh Sang Juara, Valencia 3-1. Apakah Benfica sengaja bermain di bawah standar atau benar-benar bermain di bawah standar? Tentu seluruh skuad Benfica tidak begitu terpengaruh oleh hasil pra musim, bisa saja mereka kembali meraih treble, atau bahkan mematahkan kutukan Bela Guttman, kutukan mantan pelatih Benfica yang menyatakan bahwa Benfica tidak akan juara Eropa mulai 1962 hingga 100 tahun kemudian. Benfica sejak 1962 sudah melewatkan 8 final kejuaraan Eropa, baik Liga Champions atau Liga Europa.

Keempat peserta Emirates Cup sudah menunjukkan usaha mereka yang terbaik. Semoga kompetisi ini akan menunjukkan hasil yang signifikan bagi para peserta di kompetisinya masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s