Preview: Arsenal vs AS Monaco

image
Emirates Cup 2014

Emirates Cup 2014 memasuki hari kedua dan hari terakhir kompetisi pra musim ini. Arsenal yang pada hari pertama memuncaki klasemen turnamen ini dengan 8 poin, akan berhadapan dengan tim kaya baru asal Prancis, AS Monaco.

Sebelum musim 2013-14 dimulai, sebenarnya Monaco bukanlah tim yang diperhitungkan dan diwaspadai. Statusnya sebagai tim promosi dari Divisi 2 Prancis (Ligue 2) membuat Les Rouges et Blancs dipandang sebelah mata. Kemudian, Monaco dikuasai oleh seorang taipan asal Rusia, Dmitry Rybolovlev dan mendatangkan bintang-bintang sepakbola dunia. Sebut saja Radamel Falcao, Joao Moutinho, Ricardo Carvalho, Dimitar Berbatov, Jeremy Toulalan, serta mantan pemain yang baru saja hengkang, James Rodriguez dan Eric Abidal.

Monaco juga merekrut manajer andal asal Italia, Claudio Ranieri dan berhasil meraih Juara 2 Liga Prancis terlepas statusnya sebagai tim promosi dari Divisi 2 atau tim yang baru bergabung di Divisi 1 Prancis, Ligue 1, serta memastikan satu tiket babak grup Liga Champions Eropa. Musim 2013-14 berakhir, Monaco merekrut manajer baru asal portugal yang sukses bersama Sporting Lisbon, Leonardo Jardim. Pada laga pertama di turnamen ini, Monaco ditahan imbang wakil Spanyol, Valencia 2-2.

Sementara Arsenal yang masih berpesta atas kemenangan 5-1 atas jawara Portugal, Benfica tentu tidak akan meremehkan Monaco. Monaco sekarang bukan Monaco yang dulu. Dulu langganan divisi dua sekarang sukses di divisi satu. Para fans seakan dibuat kaget dan kagum atas ketajaman Yaya Sanogo yang mencetak 4 gol dan berharap ketajamannya bertahan lama serta bertuah pada pertandingan ini. Apakah Wenger menyiapkan strategi yang sama seperti melawan Benfica: starting berisi pemain cadangan dan akademi atau memainkan pemain utama seperti Ozil, Alexis, Ramsey?

Laga ini ternyata menyimpan sejarah dalam diri seorang Arsene Wenger. Wenger pernah melatih AS Monaco pada tahun 1987 sampai 1995 dan meraih sukses menjadi juara Liga Prancis di musim pertama nya dan juara Coupe de France pada musim 1990-91. Wenger melatih Monaco dengan filosofi nya mengolah pemain-pemain muda dan ditularkan ke Arsenal sebagai puncak karir kepelatihannya.
Pencetak gol sepanjang masa Arsenal, Thierry Henry juga mengawali karirnya di AS Monaco.

Yang jelas sekarang filosofi Wenger sudah tidak melekat pada Monaco, berubah menjadi tim ‘moneyball’. Sebuah tim yang mengandalkan uang demi trofi, uang demi gelar, uang demi kejayaan, uang demi kemenangan, dan uang demi gol.

Arsenal sebenarnya sangat berpeluang juara, hanya ketidak beruntungan yang bisa menjauhkan piala pra musim dari Arsenal. Kalau kalah pun, asal Valencia tidak menang dan mencetak 3 gol ke gawang Benfica serta Benfica tidak menang dan mencetak 5 gol ke gawang Valencia, Meriam London dipastikan juara.

Sementara Monaco pun rasanya sulit, kalau mau juara harus menang, dan mencetak 3 gol ke gawang tuan rumah. Rasanya sulit, tapi bola itu bundar. Berjuta-juta kemungkinan akan terjadi di sepakbola jika Tuhan mengizinkan.

Victoria Concordia Crescit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s