Geliat Transfer si Raja Minyak

image
Fernando Francisco Reges, salah satu dari tiga rekruran Manchester City di bursa transfer

Sheikh Mansour bin Zayed al Nahyan, seorang taipan dari Uni Emirat Arab mengambil alih kepemilikan Manchester City dari tangan mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra pada 2008. Sejak saat itu, Manchester City bertransformasi dari klub langganan papan tengah menjadi langganan juara karena pundi-pundi yang begitu melimpah.

Menggelontorkan dana yang seperti tak terbatas untuk bintang-bintang sepakbola dunia. Sebut saja, Sergio Aguero, David Silva, Samir Nasri, Alvaro Negredo, Mario Balotelli, Robinho, Carlos Tevez cukup untuk mengubah citra ‘The Citizen’. Bersama-sama dengan Chelsea yang dikendalikan oleh Taipan Rusia, menjadi klub yang dikenal boros dalam setiap bursa transfer.

Di bursa transfer musim panas menyambut musim 2014-15, Chelsea, menurut ‘tradisinya’, kembali menjadi klub paling boros. Diego Costa, Cesc Fabregas, Felipe Luis, Mario Pasalic dengan total mencapai 85 juta Euro. 7 tim dengan dana transfer terboros adalah: Chelsea, Liverpool, Arsenal, Manchester United, Newcastle United, West Ham, dan Southampton.

Apa anda merasa ada yang ‘tidak biasanya’ dari ketujuh nama tadi?
Ya, saya juga, tak ada nama klub yang menjadi perbincangan dalam artikel ini. Manchester City.

Sudah hampir sebulan bursa transfer musim panas dibuka, ada 3 pemain baru mendarat di Etihad Stadium. Fernando, direkrut dari FC Porto. Bacary Sagna, direkerut dari Arsenal. Dan Willy Caballero, dari Malaga.

Perekrutan berjumlah 3 pemain tentu bukanlah sedikit. Tapi lihat harganya, tidak seperti biasanya yang mengeluarkan dana hingga 50 juta Euro, bahkan lebih. Fernando bermahar 12 juta Euro, Caballero bermahar 4 juta Euro, dan bahkan Sagna secara gratis dari Arsenal. Total ‘hanya’ 16 juta Euro. Turun drastis bukan?

Arsenal, yang terkenal pelit malah menjadi klub yang jor-joran. Mengeluarkan dana sampai 60 juta Euro untuk 4 pemain. Seperti jiwa yang tertukar.

Pellegrini bukanlah Mancini. Memang benar, The Citizen mengeluarkan dana besar di era Mancini yang melakukan perombakan besar dari tim penggembira menjadi tim pesaing juara. Bahkan, perekruran Fernandinho (bukan Fernando yang tadi) di saat belum mempunyai pelatih karena didepaknya Mancini dari kursi kepelatihan.

Kita tidak tahu apa yang ada di dalam otak seorang Pellegrini. Apakah merasa puas akan menjadi juara Liga Inggris? Atau mau memberikan kejutan bagi fans, dengan membeli pemain bintang di detik-detik penutupan? Mungkin di bawah kepelatihan Pellegrini, Manchester City berganti filosofi? Yang jelas, seorang pelatih akan bekerja sepenuh hati untuk klub tempatnya bekerja, tak peduli yang ia latih adalah klub rival dari klub idolanya. Geliat ‘Arab Money’ di Inggris mulai menurun, sementara ‘Russian Money’ masih merajalela. Membangun filosofi klub yang berjaya dengan sedikit dana adalah hal yang sulit. Apakah ini hal yang akan dipilih Pellegrini? Selamat mencoba! Dan semoga sukses!

Superbia In Praelia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s